RSS

“Rajawali” One Night Service


Diawali dengan adanya rasa kangen yang begitu tak terbendung kepada orangtua dan semua di tanah kelahiran, Saya memutuskan untuk pulang kampung ke Sukabumi. Po yang melayani jurusan Semarang – Sukabumi hanya ada 2 yaitu Tunggal Daya non AC dan bisnis AC serta Rajawali bisnis AC, keduanya memiliki trayek Sukabumi – Semarang – Wonogiri. Saya memilih Rajawali karena memiliki pelayanan yang lebih baik walaupun tanpa service makan. Tiket pun ditebus dengan harga Rp. 135.000 dengan mendapatkan seat no 16. Yah “ora hotseat ora popo” sambil mengelus dada karena jika reservasi tiket dari Semarang tidak bisa pilih seat sendiri, seandainya dapat hotseat berarti anda “bejo”. 

12 Mei 2014 hari keberangkatan dan Saya sudah stand by di agen terminal Banyumanik, Semarang pukul 18.15 sebelum waktu kumpul yang ditentukan pada tiket yaitu 18.30. Namun jam keberangkatan selalu saja ngaret, ya maklum kondisi jalan tidak dapat ditebak, walaupun dari Wonogiri tepat waktu tapi belum tentu Wonogiri – Semarang lancar, ya nikmatilah. Suasana di terminal biasa saja karena bukan hari libur namun bus yang masuk terminal cukup banyak. Ya sebutlah Haryanto, Pahala Kencana, Ramayana, Gunung Mulia, Raya, Gunung Harta, dll.

Tepat pukul 19.05 bus yang akan mengantarkan saya tujuan Sukabumi akhirnya datang. Bus berbody Discovery hasil face off dari Proteus dengan dapur pacu Hino RK8 dengan livery teranyar memasuki terminal Banyumanik. Yang unik dari livery terbaru ini, logo burung lebih mirip seperti logo Twitter, but at least keren dan menampilkan sesuatu yang berbeda. Yang bertugas malam itu crewnya bernama pak dhe Manto, sedangkan kedua driver yang bertugas yaitu pak Sarno dan mas Rio. Mas Rio memiliki perawakan agak pendek dengan rambut botak dan agak gendut tapi ramah dan humoris. Pak Sarno perawakannya berambut pendek dan cenderung pendiam, tapi wajahnya mengingatkan Saya pada pak Cucu eks driver Rajawali yang sekarang tugas di Efisiensi. 

19.10 pak Sarno mulai menjalankan bus, okupansi bus saat itu tidak 100 %, ya hanya sekitar 30 penumpang dari total 40 kursi. Dari luar si Disco ini terlihat baru dan segar namun karena memang dasarnya face off jadi ya dalemannya lawas. Untuk performa mesin masih tangguh, hanya saja bunyi “kriyet kriyet” menurut Saya mengurangi kenyamanan di tambah tidak diaplikasikan air suspension, juga kabin yang masih menggunakan versi asli Proteus yang masih minim sentuhan LED di kabinnya.

Jalanan di Semarang tidak begitu lancar, mulai dari Sukun menjelang masuk tol ada pengecoran jalan yang membuat jalan menjadi satu jalur. Sempet rebutan jalur dengan Pahala Kencana jetbus, namun bus Rajawali memilih mengalah saja. Masuk tol Semarang bus dipacu konstan 80 – 90 kpj, ya maklum sih karena kebijakan solar dari pihak manajemen jadi ga bisa sembarangan ngebejek gas. Masuk Krapyak lancar jaya tak seperti biasanya. Eh menjelang Mangkang macet bro, panjang pula macetnya. Sampe – sampe beberapa bis nekat buka jalur seperti Haryanto dan Zentrum MK, terus Rajawali ? Anteng aja antri, karena memang bukan tipikal ngeblong sih, baru akan ngeblong kalo ada bis line Bandung yang ngeblong juga. Selepas mangkang jalanan lancar tak ada kendala sampai pukul 22.00 sampailah di RM Sendang Wungu, Gringsing dan disambut dengan hujan yang deras. Rajawali pun parkir di sebelah duo Mulyo Indah New Scorpion King dan Jetbus wanna be.

Karena tak ada service makan, Saya hanya ke toilet dan langsung numpang ngecharge gadget sambil memandangi bus bus yang berseliweran malam itu. Pukul 22.30 bus diberangkatkan kembali dan Mulyo Indah belum beranjak dari parkirannya. Pak Sarno masih memegang kemudi dan style masih jalan santai. Masuk tanjakan Plelen akhirnya Rajawali menyalip bus lain yaitu Rosalia Indah Jetbus HD MB 1626 dan Ramayana Morodadi Prima MB entah seri berapa. Ya terlihat perbedaan Hino dengan Mercedez Benz. Selepas itu Rajawali hanya menjadi bulan bulanan pelari pantura. Ya beberapa yang menyalip diantaranya Haryanto salah satunya HR 113 MB 1836, serta gerombolan Bejeu, New Shantika, dan Nusantara membuat driver Rajawali tidak terpancing dan tetap berjalan dengan santai. Daerah Pekalongan hazard dinyalakan dan Rajawali masuk ke pom bensin. Lah kenapa ? Mau nyolar ? Tumben nyolar di Pekalongan ? Ato aplusan ? Dan ternyata pak Sarno kebelet pipis hehehe. Oke langsung keluar pom terlihat rombongan Nusantara Jetbus Purple Ribbon berharap salah satunya line Bandung supaya driver kepancing. Oia sebelumnya Nusantara SE Scania Irizar line Bandung sudah menyalip di daerah Subah. Dan ternyata benar, salah satu line Bandung ada di rombongan tadi dan langsung menyalakan hazard dan menepi. Pak Sarno pun bergegas kembali ke ruang kemudi dan memindahkan bus ke belakang Nusantara tersebut. Teryata kedua driver saling mengenal dan driver Nusantara membawa titipan paket untuk pak Sarno. Terlibat obrolan sejenak sambil bersenda gurau diantara dua driver. Tak lama keduanya kembali mengaspal, Nusantara langsung ngacir dan Rajawali ? yah masih stay calm aja dah. Karena ngga ada yang istimewa dan bus cenderung jadi bulan bulanan bis lain, Saya memilih tidur melihat seat belakang ada yang kosong langsung diisi dan zzzzzz. Sempat bangun di exit tol Palimanan, bus berhenti dan ternyata pak Sarno aplusan/substitution dengan mas Rio. Oke saya tidur lagi.

Bangun bangun sudah di Jatinangor dan waktu menunjukan 04.20 wah ukurannya termasuk cepat padahal bus beberapa kali berhenti. Masuk tol dan terus menuju Cianjur dengan tujuan akhir Sukabumi. Tipikal mas Rio ini lincah walaupun hanya di jalan yang hanya 2 jalur. Cara menyalip terlihat santai mungkin ini alasan kenapa driver ini kebagian di jalur Cirebon – Sukabumi. Dan akhirnya pukul 07.25 sampailah di Sukabumi. Saat memasuki wilayah Sukabumi barulah mas Rio menyalakan musik dangdut, pikir Saya kenapa ngga dari semalem mas. Saya maju dan duduk di kursi CD karena hampir sampai tempat saya turun, mas Rio sempet menanyakan “mas ngga senam dulu ? sengaja saya muter musik lho.” Saya pun menjawab “wah sambil jalan aja mas senamnya, lagian kenapa ngga dari semalem ?” mas Rio pun menyaut lagi “bahaya mas kalo dari semalem saya nyalain, takutnya bis ini menggila” dan kami pun sontak tertawa. Itu kenapa Saya bilang mas Rio ini humoris karena hal ini, dia tidak canggung ke orang lain. Saya pun turun di gang Isnen untuk lanjut naik angkot ke rumah saya. Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew.

Yah begitulah catatan perjalanan “one night service” dengan PO Rajawali. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca report turing ini.          

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Caper Touring Semarang Solo PP

Sabtu, 10 Mei 2014 tak ada kegiatan yang mengasikan di kamar kos yang terletak di kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, kota Semarang. Dan ide pun terlintas untuk melakukan perjalanan singkat dengan rute Semarang – Solo PP. Oke dijalankan motor roda dua berlogo sayap menuju daerah Sukun yang merupakan terminal bayangan di selatan Semarang. Suasana sangat ramai karna mungkin weekend dan beberapa bus pun terlihat penuh dengan penumpang. Dilihat untuk tujuan solo, bus patas hanya menurunkan penumpang yang ikut dari terminal Mangkang, sedangkan lainnya hanya berhenti sejenak dan itu pun kondisi sudah penuh, ada beberapa penumpang memaksa naik yang membuat bis menjadi lebih sesak. Dari pemandangan itu Saya memutuskan untuk naik dari terminal Terboyo menaiki bus BRT / Trans Semarang.

Yap pukul 14.00 Saya berangkat melalui halte dekat toserba ADA. Jalanan begitu padat mungkin karena efek weekend. Oke setelah perjalanan yang cukup melelahkan dimana Saya terpaksa berdiri karena penumpang yang ramai. Pukul 15.20 sampailah di terminal Terboyo. Cuaca cukup panas dan terlihat patas Jaya Utama tujuan Surabaya, patas Tegal indah tujuan Tegal, patas Coyo tujuan Cirebon, patas Ramayana tujuan Jogja, Solo diisi Royal Safari, dan bumel tujuan Purwokerto serta Cirebon. Karena sudah memasuki waktu ashar, Saya memutuskan melakukan ibadah terlebih dahulu di musholla yang terletak di dekat parkiran bus non patas arah timur seperti tujuan Surabaya, Kudus, Lasem, dan Jepara.

Ibadah selesai lanjut ke parkiran tujuan Solo, terlihat di sana jejeran Safari sedang mengantri namun Saya tidak memilih bis tersebut karena menurut kebanyakan orang bis tersebut berkelas ekonomi AC namun bertarif patas dan juga jarak antar seat begitu sempit atau biasa DM class (dengkul mentok). Beberapa safari mulai meninggalkan terminal, terhitung setelah 8 armada berangkat masuklah Taruna warna hijau New Travego MB 1525. Saya tak lantas naik karena kurang sreg dengan performa 1525. Tak lama datang Taruna putih New Aristo Hino AK, entah kenapa Saya langsung menaikinya. Mengusung kelas ATB dengan konfigurasi seat 2-3 dengan harga lebih miring jadi pilihan.

Pukul 16.00 bis pun berangkat, tarif Semarang – Solo ditebus Rp. 15.000. Tak ada yang menarik selama perjalanan karena kondisi bus penuh sesak karena weekend ditambah masuk jam pulang kantor. Kecepatan maksimal sekitar 80 – 90 kpj. Dan kress dengan beberapa bis tujuan Jakarta. Selepas Boyolali bis mulai mendekati duo Taruna hijau New Travego 1525 dan Safari Lux Discovery Hino AK. Skill driver yang saya naiki cukup baik karena berhasil meng-OT 2 bis tersebut, namun beberapa kali harus berhenti karena menurunkan penumpang, maklum kelas ATB. Masuk Solo pun tak kalah padatnya, dan akhirnya landing di terminal Tirtonadi Solo pukul 19.25.

Terminal Tirtonadi ternyata sedang mengalami renovasi di bagian tengah, hmm Saya memutuskan mampir di blok barat Tirtonadi dan mencari musholla untuk ibadah. Nah selesai ibadah sempatkan mencari makan, tapi kios yang biasanya Saya datangi sudah dibongkar yasudah memutuskan mencari di luar terminal. Warung Mbalapan dekat stasiun Balapan jadi destinasi. Ya cukup jauh sih apalagi ditempuh dengan jalan kaki. Pesan nasi ayam dan “wow” ukuran ayamnya bisa di bilang super dengan sambel yang diuleg dadakan juga lalapan plus es the. Dan semua yang dipesan itu harus ditebus dengan Rp. 18.000, wow banget kan, tapi sesuai dengan rasa dan ukuran ayamnya. Oke perut kenyang kantong jebol dan Saya putuskan untuk balik ke Tirtonadi untuk pulang ke Semarang.

Sampai di keberangkatan arah barat terminal Tirtonadi memang sudah ada Royal Safari New Marcopolo MB 1526 siap siap berangkat. Namun Saya memutuskan untuk duduk sejenak karena melihat jam menunjukan pukul 20.45 dimana jam itu biasanya Sumber Group tujuan Semarang masuk Tirtonadi. Tak lama raungan mesin yang sangar terdengar dan suara klakson khas Hino “preeenk preeenk” dan nampaknya yang muncul Eka Jetbus MP dengan mesin Hino RK8. Dari kedatangannya saja sudah bikin heboh dan tanpa pikir panjang Saya langsung naik.

Pukul 21.00 bus langsung berangkat dan tarikannya terasa khas driver Jawa Timuran. Solo Semarang ditebus Rp. 20.000 yap patas berharga ATB dan dapat air mineral cup. Driver terlihat memacu bis dengan kecepatan maksimal memang terdengar dari percakapan dimana bis sudah terlambat 1 jam, namun sepertinya ada alasan lain mengapa bis dipacu cukup kencang. Ternyata di belakang sudah menempel Sugeng Rahayu Legacy Hino AK yang juga tujuan Semarang. Saling salip dan rebutan penumpang pun tak terelakkan. Duel klasik pemain lintas selatan Jateng – Jatim tersaji di jalur Solo – Salatiga. Kecepatan rata – rata sekitar 90 – 100 kpj dan keduanya tidak ada yang mau mengalah. SR goyang kanan, Eka goyang kiri ya begitulah seterusnya saling mencari celah supaya sampai tujuan lebih cepat. Sampai menjelang Salatiga jalanan arah Semarang sedikit tersendat dan driver Eka memilih untuk antri sedangkan SR langsung blong kanan. Dan setelah itu SR sudah tidak terlihat lagi. Salatiga – Semarang driver Eka seolah tidak merasakan lelah dengan terus melaju di 80 – 100 kpj meliuk liuk di antara truk yang agak lambat. Padahal bus telah melakukan perjalanan dari Surabaya dan akan berangkat kembali dari Semarang pukul 24.00 menuju Surabaya. Dan akhirnya pukul 22.50 sampailah di Sukun, Semarang. Saya turun karena sepeda motor di titipkan di penitipan belakang agen Sumber Alam, Sukun. Waow Solo – Semarang 1 jam 50 menit hahaha, recommend lah buat yang mencari kecepatan.

Itulah sekilas tentang touring jarak pendek. Terima kasih atas perhatian dan kesempatannya. Mohon maaf apabila ada salah kata. kamsya

Rincian Biaya
BRT / Trans Semarang  Sukun – Terboyo                   Rp.    3.500
Taruna ATB Semarang – Solo                                    Rp.  15.000
Paket ayam penyetan Mbalapan                                 Rp.  18.000
Eka Solo – Semarang                                                 Rp.  20.000

Total                                                                          Rp.  56.500    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KTM (Kupat Tahu Magelang)

Jalan – jalan ke kota Magelang selain mengunjungi Candi Borobudur tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati kuliner khas kota tersebut. Yap kali ini saya mencicipi Kupat Tahu khas Magelang yang katanya berbeda dengan Kupat Tahu yang biasa saya beli di Sukabumi. Berada di tengah kota Magelang tepatnya di jalan Tentara Pelajar dekat alun – alun Magelang saya menemukan salah satu tempat yang ramai sekali pengunjungnya dengan plang Tahu Pojok. 

tampak dari depan
maaf ada penampakannya









Saya memutuskan mencoba salah satu kuliner khas Magelang ini. Saat masuk saya begitu terkesan, bukan karena tempatnya yang ramai pengunjung tapi karena interior warung yang masih klasik atau jadul ato bahasa gaulnya old school. Desain pintu dan jendela, lalu tata letak meja yang masih dipertahankan keasliannya. Ini juga dibuktikan dengan salah satu poster yang menunjukan warung ini sudah ada sejak tahun 1942, wow dari zaman penjajahan Jepang. Media untuk menggoreng tahu pun masih sangat tradisional, tidak memakai kompor gas atau minyak melainkan dengan arang yang selalu dikipas kipas oleh penjualnya.

suasana di dalam
suasana ramai sekali


urusan minuman di sini spotnya
yg pojok itu tempat bikinnya
















Ada yang unik lagi di warung ini selain Kupat Tahunya, yaitu es campur. Kombinasi es, sirup, cincau, dan apalagi ya saya lupa yang jelas tampilannya sangat eye catching yang menggoda mata. Rasanya mungkin jika disuguhkan ke pak Bondan Winarno beliau pasti akan bilang maknyus..  



here we
Saya hanya berpositif tingking saja mengapa pesanan begitu lama datang, ya sekitar 30 menit akhirnya pesanan datang. Porsinya wow deh dan rasanya hemm coba saja sendiri. Memang bahan utama yang dipakai sama dengan Kupat Tahu yang biasa saya makan di Sukabumi yang terdiri dari ketupat dan tahu putih goring, namun yang berbeda jika di Sukabumi pakai kerupuk, tauge, serta kuahnya kental nah kalo di Magelang tanpa kerupuk, pake kol, serta kuahnya yang encer. Namun rasanya sama sama enak coy. Ibarat kenyang nunggu, kenyang pula makannya haha
Pesana saya 2 porsi Kupat Tahu tambah 2 es teh serta 1 es campur ditebus dengan harga 28.000 rupiah. Nb : itu untuk 2 orang ya bukan porsi saya sendiri


Itu sedikit informasi dari saya, mohon maaf bila ada salah kata atau informasi yang kurang tepat. Jika ada kritik dan saran saya sangat terbuka. Terakhir terimakasih atas perhatiannya. Wassalam . 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"Borobudur" the beautiful one

Candi Borobudur, mungkin sudah tidak asing lagi bagi pembaca sekalian. Candi yang sudah masuk warisan dunia versi UNESCO tentu sudah dikenal di seluruh dunia. Terletak di wilayah Magelang Jawa Tengah, candi ini memiliki beberapa segi keunikan. Harga tiket masuk pun tidak mahal, hanya 30 rb rupiah saja. Mungkin kita sudah mengenal dalam pelajaran di sekolah bahwa candi Borobudur menonjolakan banyak relief di hampir seluruh badan candi sebagai keunggulannya dengan sejarahnya. Selain itu pemandangan di puncak candi juga menonjolkan pemandangan yang indah, namun biasanya penyedia jasa wisata menempatkan wisata candi Borobudur ini pada pagi – siang hari. Sehingga membuat beberapa wisatawan enggan menggapai puncak karena menguras tenaga terlebih cuaca yang panas membuat wisatawan enggan naik ke puncak.
relief yang menjadi landmark Borobudur
view puncak dari dasar candi

Namun cobalah sesekali menggapai puncak Borobudur itu pada sore hari. View yang disajikan tidak kalah indah di tambah cuaca yang tidak terlalu terik dibandingkan pagi – siang hari. Namun anda jangan mengharapkan dapat menikmati sunset di puncak candi Borobudur karena pada pukul 17.00 para petugas akan memberi himbauan kepada wisatawan untuk segera meninggalkan area candi karena akan ditutup pukul 17.30. Namun mendaki puncak Borobudur pada sore hari sangat recommend bagi anda yang ingin menikmati keindahan yang disajikan dari candi Borobudur.

Berikut beberapa gambar yang sempat saya ambil saat berada di puncak Borobudur sekitar pukul 16.55 dan gambar diambil dari kamera ponsel beresolusi 5 MP.










Mohon koreksi dan saran dari teman teman semua dan atas perhatian pembaca, saya ucapkan terima kasih  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UPDATE BIS INDONESIA 2014

Bus merupakan media transportasi yang paling diminati di Indonesia, alasannya karena flexible atau dapat menjangkau beberapa tempat juga ongkosnya miring dengan fasilitas mewah yang jika dibandingkan dengan fasilitas sejenis pada transportasi lain tentu berbeda jauh. Harga 1 unit bis yang mahal dikarenakan produsen bis memang masih berada di luar negeri, sebut saja beberapa perusahaan yang tak asing di antara pengguna transportasi bus diantaranya Jerman dengan Mercedez Benz, Jepang dengan Hino dan Mitsubishi, Swedia dengan Volvo dan Scania, serta pemain baru dari Cina yaitu Yuchai dan Golden Dragon. Terlepas dari beberapa produsen tadi, masih banyak pula produsen lain yang produknya beroprasi di Indonesia, seperti contoh beberapa bis asal Cina yang digunakan oleh Trans Jakarta.
Untuk menyiasati harga satu unit bis yang tinggi, beberapa produsen melakukan kerjasama dengan perusahaan karoseri atau perusahaan perakit bus. Dengan kata lain produsen hanya menjual chasis + mesin saja yang nantinya akan dilanjut ke perusahaan karoseri untuk dirakut menjadi bus. Setiap karoseri memiliki jenis bodi yang berbeda beda dan di Indonesia sendiri terdapat banyak perusahaan karoseri. Setiap konsumen bebas merakit bus mereka di karoseri manapun, tapi hanya bus Mercedez Benz yang hanya bisa dirakit oleh beberapa karoseri tertentu. Karena Mercedez Benz (disingkat MB) melakukan pengawasan ketat akan penjualan mereka, asumsinya mereka ingin produk mereka memiliki kualitas yang tinggi. Beberapa karoseri yang mendapatkan lisensi untuk merakit bus MB diantaranya, Adi Putro, Tentrem, Morodadi Prima, Laksana, New Armada, serta Rahayu Sentosa
Di sini TS (Thread Starter) hanya ingin meng-share beberapa produk terbaru dari tiap karoseri. Tujuannya ya supaya tidak banyak pelanggan atau pengguna jasa transportasi bus yang tertipu oleh operator yang mengiming - imingi armada terbaru namun banyak yang mengeluhkan kondisi eksterior armadanya

Adi Putro
Produk terbaru masih keluarga Travego dan lanjutan dari model Royal Travego yang biasa disebut “Jetbus” merupakan facelift atau perubahan di bagian lampu. Produk ini dinamakan “Jetbus 2” atau “Jetbus Z







Tentrem
Berbasis di daerah Malang dan juga bergerak di bidang operator bus PO Tentrem melakukan transformasi dengan model yang tak biasa, setelah sukses dengan varian “Scorpion King”, karoseri Tentrem saat ini mempunyai produk terbaru yang dinamakan “Scorpion X


Morodadi Prima
Biasa disebut karoseri MP setelah betah dengan 2 modelnya yang berlampu Jetbus, produk terbaru mulai meninggalkan tren lampu Jetbus meskipun model terbaru ini menggunakan model lampu yang juga dipakai oleh karoseri lain, namun tampilan berbeda ditonjolkan pada body utama yang bisa dilihat dari samping, model ini dinamakan “New Tourismo

Laksana
Berbasis di Selatan Semarang tepatnya di kecamatan Ungaran, karoseri ini memang lain dari pada yang lain karena memiliki trendmark tersendiri. Mengikuti kesuksesan varian Legacy yang menonjolkan permainan lampu kabin, produk terbaru dari karoseri ini yaitu masih satu keluarga Legacy dan diberi sentuhan facelift dan dinamakan “All New Legacy Sky






New Armada
Karoseri yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah juga memiliki trendmark tersendiri. Dalam bodi big bus karoseri ini lebih menekankan pada bus yang diperuntukan untuk tour bus atau bus pariwisata. Bukan karena deck yang tinggi (high deck) tapi melainkan kaca yang lebar. Produk terbaru dari karoseri ini masih kelanjutan dari “Evobus” dan “Evonext”, ya model ini diberi nama “Evonext GT

      Rahayu Santosa
Karoseri asal tanah sunda yang eksis di jalanan dan biasa disebut RS. Produk baru karoseri ini merupakan reborn dari model yang dulu pernah mereka produksi, tentunya dengan evolusi  total. Produk terbarunya diberi nama model “Skyliner



Di atas merupakan karoseri yang popular di kalangan konsumen jasa transportasi bis, di samping itu masih banyak juga karoseri lainnya yang juga mengaspal di jalanan Indonesia dan modelnya pun tidak kalah keren, namun mereka belum mempunyai konsumen yang banyak seperti karoseri di atas. Contoh karoseri lainnya seperti Merpati Bali, Trisakti, Tiga Buana, dan lain lain. Catatan juga untuk menyiasati finansial, beberapa operator hanya melakukan rebody atau hanya memperbaharui karoseri saja dengan chasis dan mesin masih seri lama.

Demikian thread ini saya buat, tujuannya saya hanya menginformasikan saja dan semoga bermanfaat. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan mohon maaf bila ada salah kata.


Terima kasih ^.^ 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jalan - Jalan ala Bismania : Berburu Maranggi

Selamat pagi/siang/sore/malam para pembaca dimanapun anda semua berada. Saya admin blog ini selaku Thread Starter (yg selanjutnya disebut “TS”) episode ini akan mencoba berbagi dan menceritakan pengalaman saya saat turing pada tanggal 5 februari 2014.


Langsung saja, setting saat liburan semester TS memutuskan untuk meninggalkan peratauan Kota Semarang dan menghabiskan di kota kelahiran TS di Kota Sukabumi yang terkenal dengan mochi dan perkembangan ruko yang fantastis sehingga banyak orang bilang Sukabumi bagaikan “kota seribu ruko”. Di tengah kebosanan terlintas di benak TS untuk turing.Yah turing dalam kamus TS ya berarti jalan–jalan yang pastinya naik bis karena background TS adalah penggemar bisa dan juga tergabung di komunitas tersebut.Ingin rasanya turing lintas provinsi tapi mengingat saat itu lalu lintas di ruas jalan utama lintas provinsi sedang sembrawut, Ts urungkan niat itu. Dalam kebosanan yang membingungkan TS terlintas untuk turing jarak dekat saja antara Pelabuhan Ratu dan Puncak. TS lantas memilih Puncak karena jika ke Pelabuhan Ratu ngga asik kalo naik bis, mending naik motor aja. Nah kalo puncak kita bisa muterin duet gunung Gede dan Pangrango yang diapit oleh Sukabumi, Bogor, dan Cianjur. Pertimbangan cuaca juga membuat TS menargetkan turing kali ini bukan cari pemandangan, tapi berburu Sate Maranggi yang berada di Cipanas, Puncak yg terkenal. Itu alasan mengapa TS mengangkan judul Berburu Maranggi dalam thread kali ini.

Senin, 3 Februari 2014
Target sudah tinggal armadanya nih, awalnya TS mutusin jalur Sukabumi – Cianjur – Bogor – Sukabumi karena mengindari jalan rusak Cianjur – Sukabumi – Bogor arah barat. Tapi terlintas keinget ada rangkaian kereta Pangrango rute Sukabumi – Bogor yang sedang buming dan baru beberapa bulan beroprasi,”nah kenapa ga coba itu ya” celetuk TS.Langsung lah bergegas ke Stasiun Sukabumi yang letaknya di tengah Pasar Pelita Sukabumi.Pukul 11.00 sampailah TS di stasiun dan langsung di sambut oleh satpam. Berikut percakapannya
SP : satpam       
 
SP : “selamat siang mas, bisa saya bantu ?”
TS: “iya pak, untuk reservasi tiket kereta sebelah mana ya ?”
SP : “oh sebelah sini mas isi form dulu, mari saya bantu”

Kesan pertama pelayanannya begitu baik, petugasnya pun ramah kepada calon penumpang. TS langsung mengisi form pemesanan tiket yang diberikan oleh petugas keamanan dan sambil berbincang dengan petugas itu. Informasi yang TS dapet saat itu terjadi kenaikan tiket kereta per tanggal 1 Feb 2014, untuk ekonomi 20 rb untuk exe 50 rb, dalam hati TS “ekonominya sih masih murah tapi untuk exe, buset dah” dan baru ada 3 keberangkatan dari Sukabumi yaitu pukul 05.00, 10.10, dan 15.00. TS memilih kelas ekonomi saja karena kantong TS yang pas pasan dan jam 10.00 soalnya kalo jam 5 pagi takut belum bangun hehehehe. Informasi lain yg TS dapet juga bahwa tanggal 9 Februari 2014 bakal ada transformasi lagi dari PT KAI dimana akan diresmikannya rangkaian KA Siliwangi jurusan Sukabumi – Cianjur yang bakal diresmikan langsung oleh pak Dahlan Iskan. Jadi nanti akan ada 2 rangkaian yaitu KA Pangrango line Sukabumi – Bogor dan KA Siliwangi line Sukabumi – Cianjur yang nantinya masing masing jadwalnya 4 kali keberangkatan.

Oke form telah diisi dan TS diarahkan langsung ke loket. Sampai di loket ternyata penjaganya cakep booo, bening bening gimana gitu hahahaha.Terjadilah transaksi dimana 1 lembar otto iskandar dinata ditukar dengan 1 lembar tiket KA Pangrango. Berikut gambarn tiketnya




Dalam hati sempet berkata “bismania kok numpak sepur.” Tapi ya selingkuh kali kali ya boleh lah hahaha
Oke skip






Rabu, 5 Februari 2013

Yeah hari eksekusi seperti biasa rutinitas pagi di kala liburan di kampung halaman bangun tidur, shubuhan, mandi, sarapan, nganter ibu ke tempat kerjanya dan tambahan kala itu ya packing.Selama perjalanan TS ga banyak foto – foto karena hanya menggunakan kamera ponsel 2 MP yang hasilnya ya gitu deh.

08.30
TS berangkat dari rumah yang berada di daerah Bhayangkara menuju stasiun, TS lebih memilih naik angkot saja yang lebih “murah” juga pertimbangan masih ada 1,5 jam sebelum pemberangkatan. Angkot berkode 15 warna kuning yang keadaannya ya seperti angkot pada umumnya. Dengan membayar 3 rb TS turun di pintu hek/komplek kodim lama di lanjut jalan kaki ke stasiun. Sebenernya jaraknya cukup jauh tapi ya itung itung olahraga lah lagian kalo naik angkot lagi juga percuma karena posisi stasiun di tengah pasar yang sembrawut dan macetnya itu superrrrr.

09.30
Akhirnya TS sampai juga di stasiun, masih ada waktu sampai keberangkatan pukul 10.10.Saat itu kereta belum Nampak dan TS coba tanya ke salah satu petugas ternyata kereta baru berangkat dari stasiun Cibadak, ya nunggu dulu jadinya. Oia stasiun Sukabumi itu peninggalan Belanda lho dan penuh sejarah, nih foto fotonya yang TS ambil sambil nunggu kereta

                    
tampak depan stasiun
Loketnya
ruang tunggu penumpang
ada bukti cagar budaya
                                                 


sisi lain
menjelang kedatangan uler besi











tak lama datanglah si uler besi dan langsung puter walik ato puter kepala










TS langsung masuk ke singgasana di gerbong ekonomi 1
sekilas interior dan suasana dalam kabin

10.15
Akhirnya KA Pangrango diberangkatkan.FYI rangkaian KA Pangrango terdiri dari 3 gerbong ekonomi, 2 gerbong eksekutif dan 1 gerbong resto.Pemandangan sepanjang perjalanan ya seperti kereta pada umumnya ijo ijo royo.
pemandangan khas uler besi

Terlena dengan hijaunya pemandangan bikin TS ngantuk dan terlelap di alam mimpi. Penumpang samping dan depan TS pun sama sama tidur efek cuaca yang bikin suhu jadi tariris. Sempat bangun dan kereta sedang berhenti sebentar di stasiun Cicurug, TS sempat lihat mba KD jetbus orange lagi bobo depan stasiun, kelelahan dia abis mengarungi jalur selatan Sukabumi – Wonogiri. Tak lama hujan turun, wah makin tiris yeuh dan mata pun terhipnotis dan akhirnya bobo lagi zzzzzzzz
Bangun bangun udah di stasiun Batu Tulis Bogor, wih udah masuk Bogor aja nih next statiun udah pemberentian akhir jadi TS bangun putusin untuk bangun aja. Sempet ada keributan di sini dimana penumpang di gerbong ekonomi 3 mau turun di Batu Tulis, eh satpam di gerbong tsb minta supaya penumpang turun via ekonomi 1, nah baru sampe di ekonomi 1 kereta udah jalan awalnya penumpang yang mayoritas ibu ibu teriak teriak “Batu Tulis turun Batu Tulis pa.” tapi percuma, emangnya bis di teriakin berenti. Akhirnya ngomel tuh ibu ibu, beberapa nyeletuk “ganti rugi nih, jauh lagi saya” ada juga “duruk wae karetana ato gulingkeun” (bakar aja keretanya atau guling) wah omelan khas ibu – ibu parahyangan keluar, semacem hiburan juga sih buat TS yang merantau di tanah jawa yg hampir ga pernah bertemu dengan orang yang berbahasa sunda. Keributan tersebut reda setelah petugas langsung memberikan ganti rugi dimana penumpang tersebut diikutkan kembali ke stasiun Batu Tulis di pemberangkatan terdekat dari Bogor.Sontak penumpang tadinya protes berubah menjadi senang bahkan girang sambil teriak “horeeee” dan tepuk tangan. Hadeh meni heboh atuh da ibu.

12.30
KA Pangrango landing di tujuan akhir di stasiun Paledang. Tanggung sih kenapa ga sekalian aja di stasiun Bogor yang jaraknya cuma beda 100 meter, tapi yaudah deh itu kebijakan pemegang jabatan. Etape pertama selesai lanjut nih ke target point. Planning TS naik bis ke Cipanas dari terminal Baranang Siang. Naiklah angkot Bubulak – Baranang Siang (lupa kodenya). Sempet kepikiran mampir bubulak buat hunting hunting squad akap di sana, tapi berhubung udah siang ya TS urungkan.
hotseat di angkot

13.00
Sampe lah di terminal baranang siang lalu bayar ongkos 3 rb rupiah. Selama perjalanan ketemu Purwo Widodo dan 5 unit Trans Jaya, juga melewati Botani Square yang merupakan basis Damri bandara, terlihat beberapa SR1 dan jetbus Royal Class. Di terminal ketemu mba KD pake baju jetbus garapan Morodadi Prima dan masih banyak lagi.
KD siap siap take off
Di terminal TS ga nemu bis yang lewat puncak, TS tanya ke salah satu petugas di sana, berikut percakapannya
PT = Petugas

TS : “permisi pak kalo bis yang lewat puncak sebelah mana ya ?”
PT : “wah kalo itu udah ngga ada mas, paling kalo dari sini naik L300 aja dari sana”(sambil nunjuk ke sebrang terminal)
TS : “oh gitu ya pak, oke terima kasih pak”
PT :“sama sama mas”

TS lebih memilih sholat dulu di Masjid Raya Bogor yang tak jauh dari Baranang Siang. Dzuhur dan Ashar sekaligus kan memanfaatkan status sebagai musafir. Gerimis pun turun tapi yang ekspresif hanya TS, mungkin warga udah biasa dengan hujan yang turun tiba tiba, ya sesuai lah dengan namanya Bogor kota Hujan. Perjalanan dilanjutkan, TS masih ingin naik bis ke target point di Cipanas karena  dilihat dari tampilannya L300 Bogor – Cianjur via puncak menurut TS kurang meyakinkan ngga seperti L300 Bogor – Sukabumi yang terkenal “ngeblong”. Oke TS putuskan naik angkot Baranang Siang – Ciawi dengan tujuan ya ke Ciawi. Sempet melewati beberapa poll roda enam sepanjang jalan raya Tajur diantaranya Lorena Group, Kramat Djati, Gunung Harta, Limas, Rosin, dan sampailah di Ciawi tepat sebrang perpalan bis malam yg TS liat ada Shantika, Sumber Alam, Dieng Indah, dan Haryanto. Sebenernya tujuan TS adalah persimpangan tol Ciawi tapi karena angkotnya storing, ya sudahlah TS turun dan membayar ongkos 3 rb rupiah sembari mengucapkan terima kasih.

Jalan kaki kurang lebih 150 meter dan nampak Doa Ibu non ac KPR – Tasik via puncak ngetem. Tapi Ts kurang berminat dan lebih milih nunggu dulu. Ga lama Parung Indah AC KPR – Cianjur via puncak dating, TS coba melambaikan tangan dan langsung di respon oleh crew dan akhirnya ini armada yang akan membawa TS ke target point. Bus ¾ dengan dapur pacu Hino dibalut body garapan Rahayu Sentosa (ga ngerti body apa) melaju dengan santai dengan kondisi full seat. 14 rb ditarik untuk ongkos Ciawi – Cipanas. Jalanan puncak lengang di saat hari kerja, kalo weekend ya jangan di tanya pasti pada tau kan dari tipi tipi.

madih satu group dengan agra
gambaran interior










Masih dengan suasana gerimis dan suhu yang dingin di tambah seat yang lebih nyaman dari seat kereta ekonomi tadi, rasa kantuk tak bisa dihindari lagi dan akhirnya TS tidur zzzzzz.Sempat bangun saat memasuki wilayah kebun teh dan kabut pun turun hadeehh, coba ambil foto hasilnya begini.





Yauda lanjut tidur lagi aja zzzzzz. Bangun udah deket pasar Cipanas dan TS turun di pasar dan jalan kaki ke target point dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew

see u next time
Lewat istana cipanas dan sempet beberapa kali ambil gambar.


TS melanjutkan dengan jalan kaki. Dan keputusan TS untuk turun di pasar Cipanas itu blunder parah bo, kenapa ? ternyata target point masih jauh. TS teruskan jalan kaki dan ternyata ada lah 5 km, waw pulang betis langsung gede nih. Dan akhirnya taraaaa inilah target point juga apa yang TS buru dari turing kali ini


plangnya
penampakannya








di sisi lain

FYI menu yang dijual di sini yaitu
Sate Maranggi polos 3.000/tusuk
Sate Maranggi pakai lemak 2.000/tusuk
Ketan Bakar 2.000

Kalo mau pesen nasi juga ada harganya TS ga tau hehehe. Karena lapar setelah jalan naik turun TS langsung pesan 5 tusuk sate pakai lemak dan 2 ketan bakar plus teh tawar panas “free”, beda kalo di daerah jawa kalo teh mesti manis dan tentu bayar.

pesanan TS
Rasanya juara lah walaupun tempatnya terkesan alakadarnya. Setiap libur semester TS pasti menyempatkan buat ke tempat ini. Hap hap hap pesanan TS habis dan kenyang dah. Kenyang dalam arti perjuangan TS jalan kaki dari kurang lebih 5 km dari pasar Cipanas yang luar biasa. Selanjutnya 14 rb TS bayar untuk tebusan apa yang TS makan tadi. Tak lupa TS membeli untuk keluarga di rumah.

16.00
Meninggalkan warung sate maranggi dan langsung pulang supaya tidak terlalu malam sampai Sukabumi. Oke see u next holiday. Nunggu angkutan menuju Cianjur dan pilihan TS jatuh kepada bis apapun itu yang duluan nyampe bakal TS naikin. Sekitar 15 menit nunggu akhirnya muncul penampakan dengan plang Bandung – Merak via Ciawi-Cianjur berlabel AC datang. Ya po Garuda Pribumi langsung TS lambaikan tangan dan bis pun berhenti. Beruntunglah masih kebagian seat kosong di tengah, ya “ora hotseat ora opo – opo”.

suasana kabin Garuda Pribumi 

TS perhatikan ada yang aneh dengan po ini, kok tumben ya ber-AC dan konfigurasi 2-2 soalnya po ini identik dengan kelas ekonomi seat 2-3 tapi ya sudahlah. Bus berbody selempang ala karoseri Trisakti dengan dapur pacu MB Kuler 1521 berjalan santai, mungkin cukup lelah karena perjalanan dari Merak. 3 rb rupiah ongkos yang diminta ongkos Cipanas – Cianjur, piker TS udah kaya angkot aja bayar segitu hahaha. Karena efek kekenyangan dan dinginnya AC, TS pun ketiduran dan zzzzzzz.

17.00
Terbangun karena crew teriak “yang Cianjur Cianjur persiapan, Rawabango ga masuk terminal”. Ya TS siap siap dan turun di depan Terminal Rawabango tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew. Tak lupa ambil gambar armada yang tadi TS naikin

                 
depan
belakang

TS langsung nyebrang untuk oper bis tujuan Sukabumi, sebelum nyebrang ada yang datang dan langsung pose, yauda tak jepret dulu

            
berenti bentar
langsung gas banjar

Lalu TS nyebrang dan sempet liat mba KD yg tadi ketemu di stasiun Cicurug, mungkin persiapan sebelum menuju Wonogiri via selatan. Di depan terminal Rawabango sudah banyak yang menunggu bis menuju Sukabumi. “wah alamat rebutan nih” celetuk TS tapi yaudah deh nikmatin aja, yang penting bisa sampe rumah cepet. Gak lama muncul penampakan

Hiba Putra Non AC

Dari kerumunan hanya 2 orang yang naik, tanpa pikir panjang TS ikut naik aja dah.Asumsinya biar lebih cepet. Setelah naik TS ambil paling belakang dan baru ingat kalo di Cianjur, bis ekonomi ngetem di Ramayana dan terminal Pasir Hayam. Yauda deh terlanjur naik nikmati saja.

18.00
Setelah ngetem di 2 tempat akhirnya bis benar – benar tancap gas menuju Sukabumi. Hiba Putra non ac Bandung – Sukabumi body New Proteus face off Jetbus dengan no body 14 dengan dapur pacu Hino AK menjadi armada yang akan membawaku pulang. 7 rb ongkos yang ditarik anak dari Hiba Group ini. Sekilah kondisi di dalam bis

suasana dalam kabin

Pembawaan bus oleh driver standar lah setara non ac pada umumnya, tidak keong tapi tidak ngeblong seperti pendekar kuningan. Walaupun non AC namun musik terus di  di mainkan non stop, fasilitas yang mulai langka di temukan pada kelas AC di jalur yang sama.

19.15
Akhirnya sampai juga di Sukabumi tercincah dan bus ini tidak di blong oleh bus AC satupun yang terkenal lebih ngeblong dari non AC. TS turun di terminal Sudirman dan mengucapkan terima kasih kepada crew, lalu naik angkot kuning no 15 turun di simpang Bencang dan di lanjut naik ojeg. Akhirnya sampai juga di rumah dan berakhirlah turing TS pada kali ini

TS menucapkan terima kasih atas perhatiannya dan waktunya. Mohon maaf bila ada salah kata. See u next time



Rincian biaya
Angkot 15 menuju st. Sukabumi                                        3.000
KA Pangrango kelas ekonomi                                           20.000
Angkot st. Bogor – terminal Br. Siang                               3.000
Angkot Br. Siang – Ciawi                                                     3.000
PO Parung Indah Ciawi – Cipanas                                   14.000
Sate Maranggi                                                                     14.000
(5 tusuk sate plus lemak + 2 ketan bakar)
PO Garuda Pribumi Cipanas – Cianjur                             3.000
Hiba Putra Cianjur Sukabumi                                            7.000
Angkot 15 terminal Sukabumi– Bencang                         3.000
Ojeg                                                                                        8.000


Total biaya                                                                          78.000



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS